Kamis, 28 Agustus 2014

Edit

I'M TIRED

I’m tired of crying
I’m tired of yelling
I’m tired of being sad
I’m tired of pretending
I’m tired of being alone
I’m tired of being angry
I’m tired of feeling crazy
I’m tired of feeling stuck
I’m tired of needing help
I’m tired of remembering
I’m tired of missing things
I’m tired of being different
I’m tired of missing people
I’m tired of feeling worthless
I’m tired of feeling empty inside
I’m tired of not able to just let go
I’m tired of wishing i could start all over
I’m tired of dreaming o alife i will never have

But most of all, a’m just tired of being tired

Surabaya, 28 Agustus 22.39 pm

Rabu, 26 Februari 2014

Edit

LEGENDA TERJADINYA GUNUNG KELUD (DEWI KILISUCI, MAHESO SURO DAN LEMBU SURO)

Pasca gunung Kelud meletus 13 Februari 2014 lalu, tiba-tiba aja teringat cerita dari guru SD panutanku, pak Sugianto. Menyibak memori tahun 2003an, waktu itu aku masih kelas 5 SD. Karena pak Sugianto adalah guru IPS maka pada jam-jam terakhir mendekati pulang sekolah, beliau selalu memberikan cerita-cerita yang selalu di tunggu-tunggu oleh para murid. Pada hari tersebut beliau bercerita tentang kisah Dewi Kilisuci dengan Maheso Suro dan Lembu Suro yang masih ada hubungannya dengan gunung Kelud.
Teman-teman sekelasku sangat antusias mendengarkan cerita dari pak Gi’ ini. Gunung Kelud memliki cerita yang lumayan mrip dengan cerita gunung Tangkuban Perahu. Gunung Kelud terbentuk karena adanya penghianatan cinta dari Dewi Kilisuci terhadap dua raja raksasa berwajah sapi Lembu Suro dan raksasa berwajah kerbau Maheso Suro.
Karena kecantikan Dewi Kilisuci, putri dari Jenggolo Manik yaitu raja Kediri kala itu. Maka terpikatlah hati orang dua raja yang bukan berasal dari bangsa manusia untuk mempersunting putri raja tersebut untuk dijadikan istri. Karena kedua raja tersebut bukan berasal dari bangsa manusia maka dewi Kilisuci tidak mungkin menolak kedua raja tersebut secara terang-terangan. Maka dibuatlah sayembara yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh manusia biasa. Seyembara itu diadakan dengan tujuan supaya lamaran kedua raja tersebut batal terlaksana. Sayembara tersebut adalah membuat dua buah sumur yang satu berbau amis dan yang satunya lagi berbau harum dalam satu malam. Karen kedu raja tersebut berasal dari bangsa siluman, maka sayembara tersebut dapat diselesaikan dalam satu malam tanpa ada halangan yang berarti.
Dewi Kilisuci kala itu kebingungan mencari ide agar sayembara tersebut gagal terlaksana. Oleh karena itu Dewi Kilisuci menyuruh Lembu Suro dan Maheso Suro untuk membuktikan apakah sumur yang telah mereka buat benar-benar berbau harum dan amis. Saat kedua siluman tersebut masuk ke dalam sumur, maka diperintahkanlah pengawal oleh Dewi Kilisuci untuk menimbun kedua raja siluman tersebut di sumur agar mereka mati. Pengawal tersebut menimbun dengan menggunakan batu besar, pasir, kerikil dan tanah agar kedua raksasa tersebut mati sehingga gagal untuk menikahi Dewi Kilsuci. Konon timbunan itulah yang menjadi Gunung Kelud. Kelud sendiri dalam bahasa orang kediri berarti sapu.
Sebelum mati, Lembu Suro sempat mengutuk warga Kediri dengan kata-kata kurang lebih sebagai berikut “Yoh wong Kadiri, mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yoiku Kadiri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung, Suroboyo bakal dadi rowo.”
Kira-kira bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia seperti ini “Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kadiri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan, Tulungagung menjadi danau dan Surabaya akan jadi rawa.” Kata-kata di atas adalah bagian dongeng pak Gi’ yang paling saya ingat sampai sekarang.
Eits, ceritanya belum selesai. Karena takut dengan kutukan itu maka Dewi Kilisuci bertapa di Goa Selomangleng agar ucapan Lembu Suro tidak menimpa pada warga Kediri. Konon, Dewi Kilisuci bertapa sampai akhir hayatnya.

Begitulah cerita yang coba saya ingat satu persatu, membuka memori yang sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Cerita diatas adalah sebuah legenda. Kalau saya Wallohua’lam bisshowab :] Sudah sepatutnya sebagai manusia kita harus bisa menjaga lingkungan. Fenomena dahsyatnya letusan anak gunung kelud menyadarkan kita, sudah selayaknya kita sebagai manusia harus mensyukuri  nikmat Allah. Mungkin, ini juga sebuah bentuk teguran kepada bangsa kita yang kini sedang mengalami krisis moral dan krisis kepercayaan. Semoga artikel ini memberikan manfaat. Nantikan kisah dika selanjutnya yang berjuang pulang kampung tanggal 14 Februari 2014 setelah mengetahui gunung Kelud sudah meletus.


Dibawah ini adalah foto letusan Kelud 13 Februari 2014  yang di ambil teman saya di daerah Plosoklaten, 30 km dari Gunung Kelud.


Selasa, 18 Februari 2014

Edit

ALHAMDULILLAH, 4 PKM LOLOS DI DANAI DIKTI

Alhamdulillah, puji syukur atas rencana Allah yang lebih indah daripada rencana manusia.
Mau sedikit share masalah PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa ) 2013. Alhamdulillah lagi, PKM yang dikirim bulan september-oktober tahun lalu ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. 3 PKM-P didanai dan 1 PKM-K juga di danai.
Berikut ini adalah list PKM yang lolos, meskipun hanya berstatus anggota. Tapi aku tetap bersyukur.
1. PKM-P ajakan dari kakak kelas Fisika angkatan 2010


A. Diajak Ardhy, teman SMA ku. Awalnya ada sms tengah malam menawariku untuk menjadi anggotanya. Aku langsung mengiyakan kala itu karena yang aku tahu kalau si Ardhy ini sudah sering lolos kalau mengirimkan PKM. Atau istilahnya sudah sering di danai lah..Judul PKM nya sekaligus menjadi skripsinya adalah “APLIKASI LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) SEBAGAI METODE BARU KARAKTERISASI KUALITAS GASOHOL PADA FLEX FUEL VEHICLE (FFV)”. Berikut adalah hasil snipping dari pengumuman dikti.


B. Diajak mbak Widia kakak kelas Fisika  yang aku kenal tahun 2012 karena sebenarnya mau buat PKM bareng. Tapi karena waktu pengiriman sudah habis maka batallah PKM itu. Karena  seringnya bertemu mbak Widia di masjid kampus saat sholat Dhuhur. Akhirnya tawaran untuk menjadi anggota PKM tahun 2013 mampir juga. Langsung aku iyakan, karena aku tahu mbak Widia orangnya baik dan bertanggungg jawab. Kesan pertama saat bertemu mbak Widia adalah keibuaan dan sabar. Berikut  adalah judul PKM-P yang di danai “ UJI MIKROSTRUKTUR IMPLAN TULANG PROSTHESIS PADUAN Co-Cr AKIBAR KOROSI DI DALAM SBF (SIMULTED BODY FLUID)” yang juga merupakan judul skripsi yang diambil mbak Widia.


2. PKM-P ajakan dari kakak kelas Kimia 2010
Ini nih PKM-P ajakan kakak kelas yang sejurusan. Mbak Emma ngajak aku karena aku mungkin dulu pernah jadi adik waktu di Divisi Rohis HIMAKI UA. Tawaran itu aku terima karena aku tahu mbak Emma pasti akan membahas tentang BIOKIMIA. Judulnya ya berhubungan dengan bakteri gitu “ ISOLASI BAKTERI LIGNOLITIK ASAL SAMPAH DAN APLIKASINYA DALAM MENDEGRADASI ZAT WARNA AZO PADA INDUSTRI TEKSTIL”


3. PKM-K rencana murni aku dengan Evi, teman sejurusan yang sama-sama dari Kediri
Mungkin karena seringnya aku nebeng evi waktu berangkat ke kampus, jadi muncul ide untuk membuat PKM bersama. Proposal PKM-K ini adalah murni proposal buatanku dengan evi, berdua. Mbelani begadang karena deadline. Tapi alhamdulillah jadi, meskipun judulnya agak maksa. Hehehehe
“SOULMATE-AZI (SOSIS UMBI TALAS-WORTEL SEMAKIN AMAN, ENAK, SEHAT DAN BERGIZI) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN PENGGANTI SOSIS DAGING BER-SODIUM NITRIT.
Judul produk dan poster aku lo yang desain ..





Edit

DI MANA PUN KAMU SEKARANG, SEMOGA PESAN INI SAMPAI PADAMU

Aku tak ingin terlihat seperti orang bodoh yang memaksakan jalan cerita. Aku hanya ingin menikmati cinta padamu secara diam. Lewat rangkaian kata yang aku ungkapkan di blog ini, aku berharap kelak suatu saat nanti kamu akan menyadarinya. Menyadari bahwa ini untuk kamu, tuan. Maaf kalau ternyata aku tak memiliki kemampuan untuk mengungkapkannya padamu langsung. Maaf pula, kalau aku ternyata sepengecut ini.
8 Februari, hari pertama kita bertemu. Pertemuan yang sudah aku harapkan sejak 3 minggu sebelumnya. Aku tidak menyangka bahwa aku terlalu cepat mengagumimu tuan. Kamu menyapaku pertama kali dengan mengatakan “mbak mahardika ya?” sontak aku ulurkan tanganku untuk menyalamimu sambil memperkenalkan diri “dika, mas”. Sejak tatapan yang tidak lebih dari 1 menit itu, membuatku langsung jatuh cinta. Entah itu cinta atau kekaguman yang hanya sementara saja. Perkenalan kita kala itu membuatku salah tingkah. Kamu tahu tuan apa alasannya? Saat itu batinku berkata, suatu hari nanti, orang yang bediri di hadapanku akan menjadi topik utama kerisauan yang aku alami. Dan itu kamu tuan.
Cukuplah kamu ada dalam hatiku, kamu tidak perlu tahu tentang perasaan yang tolol ini. Kamu tuan, yang selalu aku sebut namamu dalam setiap ujung doaku. Semoga suatu saat nanti, Allah akan mempertemukan kita lagi setelah pertemuan tanggl 8 Februari itu. Semoga pertemuan itu murni pertemuan yang direncanakan Allah untuk mempersatukan kita.
Tuan, setiap hari rasa  cinta ini semakin tumbuh dengan sendirinya. Mencintaimu adalah sebuah rumus sederhana. Aku melepaskanmu, membiarkanmu terbang di duniamu. Sementara,biarkanlah aku menjadi wanita yang bestatus “kenalan”. Sebab akupun juga tidak tahu, apakah cinta ini hakiki atau sementara. Aku pasrahkan saja kepada Allah. Sebab Dia-lah yang tahu kemana hatiku akan bertepi.

Surabaya, 18 Februari 2014





Kamis, 30 Januari 2014

Edit

Mengapa ada yang tidak shalat tapi tetap jaya, sedang mengapa ada yang shalat tapi tidak kunjung jaya??


Judul di atas adalah sub bab dari buku Temukan Penyebabnya Temukan Jawabannya. Saya tertarik untuk menulis kembali buku agar dapat berbagi ilmu pada yang lainnya. Dalam buku tersebut, Ustadz YM bilang kalau judul di atas adalah pertanyaan orang-orang yang cengeng. Beliau berujar “Latihlah diri untuk senantiasa beribadah dengan tujuan keridhaan Allah”. Dibuku ini ustadz memberikan 3 jawaban yang menurut saya sangat bijak. Yuk. Check this out!
Jawaban yang pertama adalah shalat jangan diukur dari hasil materi. Shalat bukan untuk kejayaan dan bukan shalat yang menjadikan kita kaya serta sejahtera. Yang menjadikan kita kaya dan sejahtera adalah kemauan, bekerja keras, bekerja cerdas dan berusaha. Shalat sebenarnya menjadikan kekayaan, keberhasilan dan kesuksesan yang diraih menjadi berkah. Enak dinikmati hasilnya. Karena kita ketahui, bahwa banyak kekayaan yang tidak mendatangkan keberkahan kepada pemiliknya. Karena banyak juga kesuksesan yang tidak mendatangkan kenikmatan buat penggenggamnya.
            Jawaban yang kedua, kalau seseorang jaya , sedang ia tidak shalat, maka ia bisa lebih jaya kalau ia shalat. Kalau seseorang susah, sedang ia shalat, maka ia tambah susah kalau tidak shalat.
            Jawaban yang ketiga ialah koreksi diri, jujur diri dan perbaiki diri. Koreksi kenapa sampai begitu. Kenapa kok sudah shalat tetep miskin. Bisa jadi, kita memang shalat, tapi kita tetep rajin bermaksiat. Bisa jadi kita shalat tapi kita malas berusaha. Berharap rezeki turun dari langit, blek, gitu aja. Bisa jadi kita shalat, tapi sajadah kita, rumah kita, dibangun lewat barang yang haram. Bisa jadi pula, kita memang shalat, tapi disaku kita terdapat isim, dirumah kita terdapat jimat, ya percuma shalatnya. Tidak di terima.
            Demikianlah jawaban yang menurut saya cukup memuaskan dan cukup menyentil kita. Kalau orang lain jaya, justru apa yang kita irikan. Seharusnya kita intip rahasia kecil kesuksesannya. Tapi Demi Allah, tidak ada kebahagiaan orang yang kaya tapi tidak shalat. Apalagi kekayaan itu dia dapat dari cara memiskinkan orang lain. Dan Demi Allah juga, tidak semua orang kaya adalah orang yang senang. Itu mah penglihatan kita saja. Kita tidak tahu, banyak yang rumahnya luas, banyak yang rumahnya megah, tapi rumah itu menjadi lautan air mata tak bahagia. Banyak yang memiliki uang banyak, tapi pada akhirnya uang tersebut menjadi malapetaka untuk dirinya dan keluarganya.
            Jadi, dalam kehidupan ini jangan melihat kaya dan miskinnya, tapi lihatlah keberkahannya. Kaya tidak berkah adalah jauh menderita daripada hidup sederhana dengan penuh ketenangan. Sekarang tidak usah lagi bertanya tentang pertanyaan cengeng tersebut. Malah kita harus membuktikan bahwa kita bisa kaya, bisa pula tenang serta berkah dengan shalat. Serta menjadikan kekayaan itu juga berkah untuk orang banyak. Mudah-mudahan kita dan keluarga kita diberi Allah kekuatan untuk memelihara shalat. Aamiin :)


            Demikianlah hasil review sedikit sub bab yang ada di buku tersebut. Semoga memberikan hikmah untuk kita semua. Tidak ada niat saya untuk menggurui, mari kita belajar sama-sama. Saya juga masih dalam proses belajar kok :) Semoga kita mendapatkan bimbingan dari Allah ta’ala.. Aamiin :)


Selasa, 21 Januari 2014

Edit

BUKANLAH CINTA BILA ADA YANG TERLUKA.....

Dari judulnya udah keliatan banget kerennya :) Tapi siapa sangka yang dibahas akan jauh dari perkiraan kita :)

Dari bukunya pak ustadz idola saya :) Ustadz Yusuf Mansur yang berjudul ‘’TEMUKAN PENYEBABNYA TEMUKAN JAWABANNYA’’  yang saya pinjam dari teman yang menginspirasi saya selama 2 semester terakhir ini :)

Semoga apa yang saya tulis hasil dari review bagian kecil dari buku tersebut dapat memberikan pelajaran bagi kita semua :) Check it out!
Bismillahirrohmannirrohim :)

Di awal subbab ini ada satu  kalimat yang cukup menyentil kita “ Pernah berfikir, bagaimana kalau orang tua kita sakit dan menangis lantaran kita?? “

Lalu pada alenia pertama berisi sebagian besar yang mungkin pernah kita alami. Kalau saya Alhamdulillah belum pernah dan semoga saja tidak pernah :)

“Ketika kita utarakan kecintaan kita sama si dia, lalu tidak dapat restu orang tua, kita merasa terpukul. Lalu kemudian kita lari dari mereka dan menempuh hidup sendiri. Salahkan bila mereka kecewa? Kita punya pertimbangan, orang tua pun punya pertimbangan. Orang tua mencintai kita sekian belas atau sekian puluh tahun. Kita lalu mencintai orang lain dan mengorbankan kecintaan orang tua. Andai kita ingat susahnya orang tua mengandung kita, melahirkan kita, membesarkan kita, merawat dan mengasuh kita. Adakah yang lebih berhak kita cintai selain Allah, rasul-Nya dan orang tua kita.”

Semoga dari alenia pertama tidak ada yang kesindir yak :) Lanjut alenia dua yang isinya merupakan inti dari judul di atas. Buat yang udah kesindir di alenia pertama, di alenia kedua pasti ini udah ketampar banget.. hehehe..

“Saya tidak begitu mengerti tentang cinta. Tapi saya kira bukanlah cinta namanya bila ada yang terluka. Benar kita mencintai pasangan kita, tapi kita buat orang tua kita terluka, sama saja kita belum paham artinya cinta. Selalu ada jalan. Orang tua biasanya adalah orang tua. Orang tua itu biasanya memerlukan penghormatan yang tiada lazim ia sebut. Orang tua itu biasanya memerlukan balas budi yang tiada lazim terkatakan. Kita hanya butuh pendekatan yang berproses. Biasanya begitu. Lagi pula, kita punya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati dan keadaan. Sekarang orang tua tidak memberikan restunya, mungkin kelak mereka akan memberikan restunya. Sekarang kita belum paham mengapa kita dilarangnya, besok kita akan paham mengapa dulu mereka melarang”

Alenia kedua lumayan nyes kan kata-katanya :) Ini alenia ketiga cuma satu kalimat tapi maknanya dalem banget :)

“Poinnya,bukan siapa yang menang siapa yang kalah, tapi siap yang lebih mencintai orang tuanya”

Tuh kan, beneran dalem maknanya :) Nah, alenia selanjutnya adalah penutup sekaligus nasihat bijak untuk kita para anak :)

“ Saya meminta  maaf kepada mereka yang kebetulan disinggung atau tersinggung sebab kesamaan contoh. Tapi saya percaya, hubungan orang tua dengan anak adalah tetap hubungan yang abadi. Keabadian ini bisa tidak rusak bila kita yang mengalah. Jangan meminta orang tua yang mengalah. Maaf “

Tuh, alenia terakhir itu udah bisa dipahami kan ya? Semoga review yang sedikit ini memberikan hikmah bagi kita semua :) AAMIIN :) Kata-kata pamungkas dari saya :

“Ridha Allah, ada di keridhaannya orang tua. Kebencian Allah, ada dikebenciannya orang tua”



Edit

SURAT CINTA UNTUK CALON IMAMKU DI MASA DEPAN :)

Wahai calon imamku di masa depan,
Apa kabar imanmu hari ini?
Apa kabar semangatmu hari ini?
Apa kabar mimpi dan cita-citamu hari ini?
Apa kabar pula hatimu hati ini?
Aku berharap kamu disana sedang baik-baik saja, sedang menjalani proses kehidupan agar kamu nantinya jadi imam yang bertanggung-jawab pada ALLAH di keluarga kecil kita kelak 
Wahai calon suamiku di masa depan, kamu sekarang sedang di mana? Kamu kuliah di mana? Jurusan apa? Apa kamu bahagia sekarang? Aku selalu berharap kamu tumbuh menjadi seorang laki-laki yang mempunyai iman pada Allah setegak gunung dan sekeras batu karang :)
Aku sering membayangkan bagaimana kamu mas. Aku membayangkan wajahmu selalu bercahaya karena imanmu pada Allah, wajahmu kian teduh dan menenangkan hati :) Kamu orang yang sabar, kalem tapi tegas J Selalu membimbing aku menuju jalan yang Allah ridhoi :) Kamu tidak banyak bicara, tapi langsung act dan membuktikannya :)
Ah..benar-benar seorang calon suami yang aku dambakan.
Mulai sekarang aku akan memantaskan diriku agar bisa mendapatkanmu. Mendapatkan imam yang bertanggung jawab pada Allah dan keluarganya kelak. Aku pasti bisa mendapatkanmu mas :)
Wahai jodohku, berdoalah selalu semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu, bersama-sama menari dengan senyum dan tawa lepas merayakan perjuangan kita atas rahmatNya :). Tentu saja aku akan melakukan hal yang sama dalam diamku.
Wahai calon imamku di masa depan, cukup lakukan yang terbaik karena Dia dan jangan lupa bahwa selalu ada campur tanganNya di setiap hembusan nafas dan langkah kita :)
Aku akan setia menunggumu mas :)
Menunggu waktu yang tepat sampai Allah mempertemukan kita :)
Menunggu waktu yang tepat kamu untuk meminangku dan berjanji pada Allah bahwa kamu akan bertanggung jawab atas aku, istrimu kelak. :)
Kamu jaga imanmu selalu ya :)


Aku disini juga selalu menjaganya :)